Mitra Petani Mandiri Menyediakan Penjualan Pupuk Organik Cair Bio MPM dan Bio Toilet serta pelatihan di bidang Pertanian,Perikanan, Peternakan dan Perkebunan. Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi 0812 8207 8706

Profil


 Profil Koperasi Wira Usaha Tenaga Terampil ( KWAT )

Pada dasarnya Koperasi Wira Usaha Tenaga Terampil (KWAT) bertujuan membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik dengan memberdayakan potensi masyarakan kecil yang terkena imbas krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997 – 1998. Kemiskinan yang pada mulanya identik dengan fenomena masyarakat pedesaan atau daerah terpencil, namun pasca krisis 1997 – 1998 tidak dapat kita pungkiri akhirnya fenomena kemiskinan juga tumbuh dalam tatanan kehidupan masyarakat perkotaan dan hingga sekarang dampaknya masih terasa.

Thomas Galdwin seorang ahli antrophology mengemukakan kriteria kemiskinan yang menurutnya tidak hanya mereka yang berpendapatan rendah, tetapi juga mereka yang tidak memiliki keahlian dan keberdayaan, sehingga tidak dapat membebaskan diri dari kungkungan ketidakadilan yang telah mendarah-daging sebagai sebuah sistem.

Awal berdirinya Koperasi Wira Usaha Tenaga Terampil (KWAT) adalah untuk merespon realitas yang ada, dimana masih banyak ditemui kesenjangan ekonomi, disamping kurangnya pemberdayaan potensi dan peningkatan keterampilan masyarakat. Maka dibentuklah sebuah koperasi yang awal pergerakannya adalah di bidang pelatihan dan motivation support, khususnya kepada anggota dan kepada masyarakat
Indonesia secara umum, dengan tujuan mencapai tataran masyarakat yang terampil dan memiliki kemandirian guna bersaing di masa yang akan datang.

Lahan pertanian (agro) yang semakin berkurang jumlahnya dari tahun ke tahun, ditambah dengan menurunnya tingkat kesuburan lahan akibat pengendapan residu kimia yang berimbas pada menurunnya hasil pertanian dari tahun ke tahun tentunya menjadi sebuah ironi yang sangat memprihatinkan bagi sebuah Negara agraris yang termasuk dalam urutan 5 besar Negara dengan jumlah populasi terpadat di dunia. Kebutuhan pangan yang akan selalu melonjak setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya populasi penduduk tentu akan menjadi bom waktu tersendiri di tengah kondisi saat ini.

Hal diatas belum ditambah dengan fenomena pemanasan global dan perubahan iklim yang tengah mengancam kehidupan kita pada umumnya dan siklus tanam pada khususnya, yang konon salah satu faktor pemicunya adalah akibat berkurangnya lahan hijau yang semakin tergerus peradaban modern saat ini, ditambah dengan gaya hidup serba instan yang tidak lagi memperdulikan alam dan lingkungan tempat kita hidup.
Sementara upaya pemupukan konvensional untuk meningkatkan hasil pertanian, perkebunan dan penghijauan lahan perlahan tapi pasti mulai merangkak naik, semakin melebarkan jarak antara beban biaya dan pemasukan yang tercatat.

Tentu keprihatinan di atas meninggalkan tanda tanya besar bagi kita semua, apa yang akan terjadi 5 hingga 10 tahun ke depan? Apa yang akan dialami oleh generasi pelanjut kita, saat dimana alam mungkin sudah sama sekali tidak bersahabat dengan kita? Lalu, dimanakah posisi kita saat ini?
Koperasi wira usaha tenaga terampil (KWAT) mengajak untuk bersama-sama, mari kita berinvestasi bersama untuk mengembalikan senyuman Ibu Pertiwi, menanam investasi yang menguntungkan bagi kita saat ini dan memberi peluang bagi generasi menatang untuk dapat tersenyum manis menikmati Tanah Air tempat mereka dilahirkan penuh dengan kesuburan dan kemakmuran, dimana tongkat kayu dan batu pun dapat menjadi tanaman.

Demikian profil singkat ini kami susun, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang kami miliki. Atas perhatian dan waktu yang telah diberikan diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Koperasi Wira Usaha Tenaga Terampil (KWAT)


H. Drs. Bachruddin Moyansyah, MM.
Ketua Koperasi

0 comments:

Post a Comment